Pengertian HAProxy
Oke, Apa itu HAProxy? HAProxy merupakan sebuah aplikasi yang memiliki 2 fitur unggulan yaitu Load Balancing dan Reverse Proxy. Namun, pada tutorial sesuai pada judul kita akan sama sama mempelajari Cara Install dan Konfigurasi HAProxy sebagai Load Balancing di Docker.
Lalu, apa itu Load Balancing? Load Balancing merupakan sebuah upaya untuk menangani server kita yang sewaktu-waktu mengalami lonjakan traffik yang membuat server kita down.
Coba, bayangkan jika server pusat perbelanjaan tiba tiba down, berapa kerugian yang dialami oleh pusat perbelanjaan tersebut. Nah, untuk menangani peristiwa seperti itu maka kita harus melakukan Load Balancing. Yaitu dengan menyediakan 2 server dimana satu server kita jadikan master, dan satu lagi slave. Fungsinya adalah ketika server master kita down masih ada server slave yang otomatis hidup.
Cara mengatur Load Balancing pun ada banyak, ada yang nunggu server master mati dulu baru yang slave nyala. Atau ada yang bekerja dengan mencari server yang paling rendah traffiknya, dan banyak lagi caranya. Disini admin akan menggunakan cara yang kedua.
Sebelum memulai ini, pastikan anda telah menginstall docker pada mesin anda.
Cara Install dan Konfigurasi HAProxy sebagai Load Balancing di Docker (jika ada yang tidak jelas lihat screenshot) :
1. Pertama kita download(Ngepull) dulu image i386/httpd untuk web server, lalu image i386/haproxy untuk haproxy. Mengapa admin ada i386 nya? itu dikarenakan architectur laptop admin masih 32, jika laptop/komputer/server anda sudah 64 bit tak usah pake i386. Lanjut,kita download image yang ada di library docker, dengan perintah
docker pull i386/httpd
setelah itu
docker pull i386/haproxy
2. Setelah itu kita cek image nya dengan perintah
docker images
3. Sekarang kita buat dulu network, biar entar konfigurasi nya enak :v (apa hubungannya -_-) dengan perintah
docker network create --subnet [ip-network/prefix] [nama-untuk-networknya]
misalnya
docker network create --subnet 172.16.25.0/24 network-haproxy
4. Dan sekarang kita lihat network nya sudah berhasil dibuat atau belum, dengan perintah
docker network ls
5. Selanjutnya kita jalankan image httpd untuk menjadi web master nya, dengan perintah
docker run -itd --name [nama] --network [nama-network] --ip [ip-yang-satu-network-dengan-network-yang-dibuat] -v [path/direktori-untuk-script-web]:/usr/local/apache2/htdocs i386/httpd
Lalu, silahkan anda membuat satu lagi web slave
sekedar saran,karena disini kita sedang belajar apakah haproxy berjalan atau tidak, jadi buatlah script web1 dan web2 yang berbeda meskipun pada prakteknya harus sama.
7. Lalu kita cek apakah, kontainernya telah up atau exited, dengan perintah
docker ps -a
8. Sekarang kita cek dibrowser apakah web master dan slave telah siap digunakan, dengan membuka ip address masing masing kontainer.
9. Jika berhasil, kita lanjut ke haproxy yang menjadi inti tutorial ini. Sebelumnya silahkan download dulu script ini http://pastebin.com/5EgZjmAP dan save dengan nama haproxy.cfg.
Namun sebelumnya,ganti dulu konfigurasi terutama pada bagian yang diberikan komentar IP Address Web Server1/master dan IP Address Web Server2/slave. Baru save.
*catatan
- Web Server 1/master ip nya kasih ip pada kontainer yang dibuat pertama
- Web Server2/slave ip nya kasih ip pada kontainer yang dibuat kedua
10. Barulah setelah itu jalankan image haproxy beserta script konfigurasi haproxy.cfg, dengan perintah
docker run -itd --name [nama-untuk-proxy] --network [nama-network] --ip [ip-untuk-akses-haproxy] -v [path/direktori-dari-haproxy.cfg]:/user/local/etc/haproxy/haproxy.cfg i386/haproxy
11. Lalu langsung cek saja dibrowser anda dengan membuka ip dari haproxy tadi. Lalu anda reload beberapa kali, bagaimana tampilannya? berubah-rubah? berarti telah berhasil mengikuti tutorial Cara Install dan Konfigurasi HAProxy sebagai Load Balancing di Docker.
Lalu untuk pengujian tambahan, silahkan anda matikan salah satu kontainer web server, terserah ingin yang Master / Slave, dengan perintah
docker stop [container-id/nama-kontainer]
Dan kembali buka browser mu lalu reload kembali, jika lama tunggu aja karena proses pengalihan dan lihatlah, jika anda mematikan yang web master, maka sekarang tampilannya hanya web slave. Begitulah fungsi dari Haproxy.
KESIMPULAN
Cara Install dan Konfigurasi HAProxy sebagai Load Balancing di Docker itu sangat penting pada zaman sekarang khusunya bagi anda yang ingin fokus pada sysadmin khususnya virtualisasi.
Terimakasih telah membaca artikel/tutorial mengenai Cara Install dan Konfigurasi HAProxy sebagai Load Balancing di Docker
Semoga Bermanfaat.!













0 Response to "Cara Install dan Konfigurasi HAProxy sebagai Load Balancing di Docker"
Post a Comment
Komen Harus Relevan, apabila komentar hanya Nice Info dkk.
Mohon Maaf saya hapus dan tidak ada Blog Walking :)
Terimakasih :)